Pengolahan teh hitam dengan menggunakan sistem Orthodox

Blessteatehhitam.com – Kebanyakan orang tidak menyadari fakta bahwa proses pengolahan teh dapat menghasilkan teh dalam bermacam warna dan aneka bukan dari jenis tanaman teh. Pengolahan teh hitam merupakan  metode yang diterapkan pada pucuk daun teh (Camellia sinensis) yang melibatkan beberapa tahapan.

Pengolahan teh terbesar didominasi dalam bentuk teh hitam, sisanya teh hijau, sedangkan industri teh wangi merupakan hasil olahan teh hitam.

Tahap – tahap pengolahan teh hitam dengan menggunakan sistem orthodox adalah sebagai berikut :

  1. Proses Pelayuan

Proses Pelayuan adalah dengan menggunakan kotak untuk melayukan daun (Whithering trought), kotak ini merupakan kotak yang diberikan kipas untuk menghembuskan angin ke dalam kotak. Proses ini mengurangi kadar air dalam daun teh sampai 70%. Pembalikan pucuk 2 – 3 kali untuk meratakan proses pelayuan, melemaskan daun sehingga di giling tidak pecah dan meletakkan dasar – dasar fermentasi. Perubahan yang terjadi adalah zat padat berkurang, kadar gula dan asam amino naik, sebagian klorofil menjadi feoforbid.

  1. Proses Penggilingan dan Oksimatis

Secara kimia, selama proses pengilingan merupakan proses awal terjadinya oksimatis yaitu bertemunya polifenol dan enzim polifenol oksidase dengan bantuan oksigen. Penggilingan akan mengakibatkan memar dan dinding sel pada daun teh menjadi rusak. Cairan sel akan keluar di permukaan daun secara rata. Proses ini merupakan dasar terbentuknya mutu teh. Selama proses ini berlangsung, katekin akan diubah menjadi theaflavin dan thearubigin yang merupakan komponen penting baik terhadap warna, rasa maupun aroma seduhan teh hitam. Proses ini biasanya berlangsung selama 90-120 menit tergantung kondisi dan program giling pabrik yang bersangkutan. Mesin yang biasa digunakan dalam proses penggilingan ini dapat berupa Open Top Roller (OTR), Rotorvane dan Press Cup Roller (PCR) untuk teh hitam orthodox.

  1. Proses Sortasi basah

Sortasi bertujuan untuk Memudahkan proses oksidasi enzimatis dengan memisahkan bubuk dalam bentuk dan ukuran yang sama, Memisahkan bubuk berukuran sama agar proses selanjutnya lebih efisien  Perubahan yang terjadi daun teh terpotong dan tergulung, bubuk the menjadi basah dengan ukura dan bentuk yang sesuai. Dinding sel rusak, cairan sel keluar, kontak senyawa polifenol dengan enzim polifenol oksidase dan oksigen, bubuk menjadi hijau kecoklatan.

  1. Proses Pengeringan,

Proses pengeringan yaitu menggunakan ECP drier (Endless Chain Pressure drier) & Fluid bed drier. Kadar air produk yang dihasilkan 3-5 %, tujuan dilakukakn proses penngeringan adlah untuk menghentikan oksidasi enzimatis, mempertahankan sifat yang telah di dapat dalam proses oksidasi enzimatis, mempermudah proses pengemasan, pengangkutan dan perdagangan.

  1. Proses Sortasi keringan dan penyimpanan

Tujuan utama dari sortasi kering ini adalah memisahkan ukuran – ukuran teh yang terjadi akibat proses penggilingan menjadi kelompok – kelompok grade teh yang sesuai dengan permintaan pasaran teh sekarang ( Internasional ). Karena teh kering sangat peka terhadap kelembaban udara (sangat higroskopis) maka proses sortasi kering ini harus dilaksanakan sesederhana dan secepat mungkin.

Tujuan Pengolahan teh hitam adalah :

  • Memiliki rasa yang enak ketika di seduh
  • warna yang segar atau tidak kusam
  • aroma yang harum
  • bentuknya relatif seragam
  • dapat disimpan dalam waktu yang lama

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *